Penyakit Kanker Kelenjar Getah Bening

Penyakit kanker kelenjar getah bening atau yang biasa disebut dengan kanker limfoma di dunia medis merupakan kanker yang terjadi pada jaringan limfoid. Klasifikasi dari penyakit kanker limfoma atau penyakit kanker kelenjar getah bening ini bergantung dari empat gaambaran utama dalam bentuk tipe sel, derajat diferensiasi, tipe reaksi yang bisa menghasilkan sel tumor, dan juga pola pertumbuhannya. Jika pertumbuhan nodular diobservasi, istilah nodular ini berarti digunakan setelah tipe sel. Jika tidak memperhatikan pola pertumbuhan yang sudah dibuat, maka penyakit kanker kelenjar getah bening ini  akan menyebar.

Penyakit Kanker Kelenjar Getah Bening

Penyakit Kanker Kelenjar Getah Bening

Penyakit kanker kelenjar getah bening dibagi menjadi dua jenis, yakni :

  1. Penyakit limfoma Hodgkin
    Penyakit ini menyerang jaringan limfoid, biasanya di kelenjar limfe atau limpa. Penyakit kanker kelenjar getah bening Hodgkin ini merupakan salah satu jenis penyakit kanker yang paling sering ditemukan pada pria yang masuh berusia muda. Kejadian penyakit ini bisa mencapai puncaknya yang kedua dalam decade keenam kehidupan. Penyakit limfoma Hodgkin merupakan salah satu kejadian atau gangguan dalam bentuk klonal, yang berasal dari satu sel yang tidak normal atau abnormal. Populasi yang terjadi dari sel abnormal ini nampak diturunkan dari sel B atau yang lebih jarang, dari sel T atau monosit.
  2. Penyakit Limfoma Non-Hodgkin
    Penyakit kanker kelenjar getah bening limfoma non Hodgkin adalah penyakit kanker kelenjar getah bening yang bukan limfoma Hodgkin. Limfoma non-Hodgkin ini biasanya terjadi pada individu yang lebih lanjut dan biasanya ditemukan pada stadium lanjut dari penyakit limfoma Hodgkin. Penyakit limfoma non-Hodgkin ini tidak terbatas hanya pada satu kelompok kelenjar limfe saja seperti limfoma Hodgkin, namun lebih menyebar luas melalui organ limfoid, dan termasuk kelenjar limfe, hati, limpa dan juga sumsum tulang.

Penyebab penyakit kanker kelenjat getah bening bisa disebabkan karena beberapa hal. Beberapa diantaranya adalah :

  1. Faktor genetik atau faktor keturunan
  2. Sistem kekebalan tubuh yang mengalami penurunan
  3. Racun atau radikal bebas yang ada pada lingkungan dan makanan yang mengandung herbisida dan juga bahan pengawet makanan serta juga zat pewarna kimia
  4. Kurang melakukan olahraga
  5. Terlalu sering mengonsumsi minuman yang beralkohol
  6. Kurang minum air putih
  7. Gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok

Selain beberapa penyebab diatas, faktor resiko kanker kelenjar getah bening adalah :

  1. Akibat infeksi
    Mekanisme atau gejala dari terhadinya kelenjar getah bening yang mengalami infeksi biasanya dengan melalui cara peningkatan pada jumlah sel darah putih atau limfosit dan dengan cara multiplikasi sebagai salah satu bentuk respons atau adanya zat yang tidak dikenal yang masuk ke dalam tubuh atau antigen
  2. Virus
    Penyebab dari terjadinya kanker kelenjar getah bening adalah akibat virus. Bentuk reaksi dari pertahanan pada terjadinya infeksi yang biasanya terjadi diakibatkan dari virus yang di tandai dengan gejala demam dengan disertai pembengkakan pada kelenjar getah bening.
  3. Peradangan atau inflamasi
    Mekanisme dari inflamasi atau peradangan yang terjadi selama proses infeksi kelenjar getah bening yang terjadi oleh adanya zat-zat yang tidak dikenal atau zat asing. Peradangan yang merupakan suatu bentuk dari sel darah putih yang mati karena zat asing tersebut.
  4. Kanker darah
    Penyakit kanker darah bukanlah penyakit yang terlihat biasa saja. Namun, pada penyakit kanker darah, produksi dari limfosit yang dilakukan di getah bening menjadi tidak terkontrol dan terkendali sehingga di produksi dengan banyak. Dan biasanya keadaan ini disebut dengan sebutan limfoma atau leukimia.

Pemeriksaan kanker kelenjar getah bening yang dilakukan adalah dengan memeriksan pembengkakan yang teerjadi pada kelenjar getah bening di bagian leher, ketiak serta bagian selangkangan Anda. Biasanya dokter juga akan memeriksa keadaan limpa dan hati Anda hanya untuk memastikan ada atauu tidaknya pembengkakan.

Tes darah yang dilakukan di laboratorium dengan melakukan pemeriksaan darah untuk memerika jumlah dari sel-sel darah dengan lengkap. Laboratorium biasanya juga akan memeriksa keadaan zat lainnya seperti Lactate dehydrogenase (LDH). Limfoma yang menyebabkan terjadinya LDH menjadi tinggi.

Sinar X pada bagian dada. Jika Anda menderita kanker kelenjar getah bening maka Anda harus melakukan sinar X untuk membantu mendukung proses pemeriksaan kelenjar getah bening yang mengalami pembengkakan atau juga sebagai tanda atau gejal dari penyakit lain yang ada di dada dada Anda.

Gejala dari penyakit kanker kelenjar getah bening Hodgkin biasanya ditunjukkan dengan terjadinya suatu bentuk pembesaran yang tidak ada rasa sakit dari kelenjar getah bening yang ada di daerah leher. Kadang yang terjadi pada pembengkakan pada kelenjar getah bening pada lipat paha atau ketiak. Demam yang berkeringat yang terjadi di malam hari, kurangnya nafsu mkan dan juga berat badan yang menurun.

Sedangkan gejala pada penyakit kanker kelenjar getah bening non-Hodgkin ditunjukkan dengan pembesaran yang terjadi pada kelenjar getah bening atau limfonodus, pembesaran yang terjadi pada tonsil dan juga kelenjar adenoid.

 

Posted in Kelenjar Getah Bening | Tagged , , , , , | Leave a comment

Limfoma Kanker Kelenjar Getah Bening

Limfoma kanker kelenjar getah bening merupakan jenis kanker yang berasal dari limfonodus dan jaringan limfe lainnya, yang mencakup system limfatik dan imunitas tubuh. Penyakit limfoma dapat dibedakan menjadi dua. Berikut pembagian kedua penyakit limfoma:

  1. Limfoma kanker kelenjar getah bening Hodgkin
    Merupakan jenis limfoma yang ditandai dengan pembesaran kelenjar getah bening dan limpa, tanpa disertai rasa sakit. Kanker ini sangat progresif pada beberapa jaringan limfoid dan pertumbuhan abnormal sel terjadi dengan cepat. Limfoma kanker kelenjar getah bening Hodgkin juga dikenal dengan nama penyakit Hodgkin (Hodgkin’s disease)

Penyakit getah bening ini umumnya menyerang usia muda dan lanjut baik pria maupun wanita. Umur 15038 tahubn dan umur 5- tahun ke atas sangat rentan terhadap kanker ini. Biasnaya, penderita limfoma kanker kelenjar getah bening Hodgkin mempunyai cacat dalam fungsi system kekebalan seluler tubuh (sel-T), meskipun produksi antibody normal.

Limfoma Kanker Kelenjar Getah Bening

Limfoma Kanker Kelenjar Getah Bening

Berikut gejala-gejaladari penyakit Hodgkin : Adanya pembesaran tanpa rasa sakit nyeri dari kelenjar getah bening didaerah leher. Kadang-kadang terjadi pembengkakan kelenjar getah bening pada lipat paha dan ketiak. Demam berkeringat pada malam hari, kurang nafsu makan dan berat badan turun. Pada beberaoa orang, kadang-kadang menyerang dada yang menyebabkan gangguan pernapasan. Semakin berkembangnya penyakit, sel-sel abnormal menyebar ke kelenjar getah bening disekitarnya dan mulai menyerang struktur lain termasuk paru-paru, hati dan organ-organ abdominal.

  1. Limfoma kanker kelenjar getah bening non-Hodgkin (limfoma maligna)
    Merupakan kanker ganas yang berasal dari limfonodis dan jaringan limfe lainnta. Limfoma ini lebih sering terjadi pada pria, jarang terjadi pada anak, dan sering dijumpai pada usia 50 tahun ke atas. Gejala dari limfoma non-Hodgkin adalah : pembesaran kelenjar getah bening atau limfonodus, pembesaran tonsil dan kelenjar adenoid, limfonodus dileher dan sekitarnya menjadi kemerahan, limfoma yang berkembang menunjukkan gejala demam, berkeringat pada malam hari,lelah, tidak enak badan dan berat badan menurun.

Kanker kelenjar getah bening merupakan salah satu jenis penyakit kanker nomor 8 yang paling umum terjadi. Dan kebanyakan juga terjadi pada pria. Gejala kanker kelenjar getah bening biasanya akan muncul seperti adanya suatu benjolan namun tidak terasa nyeri yang signifikan atau juga mengalami pembesaran dalam ukuran benjolannya. Disaat Anda melakukan pemeriksaan ke dokter, maka seorang dokter harus memastikan ada atau tidaknya pembengkakan yang terjadi yag disertai dengan tidak dibarengi oleh rasa sakit pada bagian leher, atau diselangkangan dan diketiak serta ada atau tidaknya demam yang terjadi dengan terus menerus, keringat yang bercucuran dan penurunan pada berat badan yang terjadi namun tidak diketahui secara pasti apa penyebabnya.

Biasanya doagnosis limfoma kanker kelenjar getah bening dkonfirmasi dengan biopsy kelenjar uang terlubat, lebih diskuai biopsy eksisi. Diperlukan jaringan yang cukup untuk mengenal secara lengkap arsitektur dan proses patologinya. Pada biopsy, jejak raba harus dibuat pada gelas obyek dan setelah konfirmasi diagnosis, maka limfoma harus ditentukan stadiumnya. Penentuan stadium klinis limfoma mencakup :

  1. Riwayat dan pemeriksaan fisik lengkap
  2. Hitung sel darah lengkap, urinalis, penyaringan multiphase
  3. Foto toraks, mungkin tomografi dada
  4. Limfangiografi bipedal
  5. Tomografi kompterisasi.

Radioterapi merupakan cara terapi yang efektif dan dapat membantu dalam mengendalikan penyakit nodus dan dalam pembasmian lengkap penyakit, meskipun digunakan sebagai satu-satnya metode terapi. Untuk keberhasilan terapi ini, maka penyakit kelenjar getah bening ini harus terbatas pada kelenjar limfe yang diterapi, tanpa keterlibatan massif daerah lain.

Kebanyakan orang menanyakan bahwa apakah penyakit kanker kelenjar getah bening ini bisa menular atau tidak? Hingga saat ini belum diketahui secara pasti dan belum ada bukti yang menunjukkan bahwa penyakit kelenjar getah bening ini bisa menular dengan melalui kontak yang dekat karena hal ini bukanlah virus atau juga bakteri. Kanker kelenjar getah bening merupakan sel-sel di dalam tubuh yang berkumpul dan kemudian menjadi kanker serta tidak normal.

Prognosis yang dilakukan pada jenis kanker kelenjar getah bening adalah pemeriksaan klinis, sinar X serta laporan patologi usia dan juga status kesehatan pasien secara menyeluruh untuk membantu dokter memutuskan dari suatu perkembangan pada kasus kanker kelenjar getah bening. Kemudian, hal yang selanjutnya dilakukan adalah pengobatan apa yang cocok untuk pasien dan juga strategi serta metode apa yang cocok untuk pasien. Karena strategi pengobatan yang bervariasi saat ini pada setiap pasien berbeda-beda.

Untuk kasus penyakit limfoma yang berkembang dengan pesat dan terjadi dengan agresif maka harus dilaukan pengobatan dengan segera dan dilakukan dalam waktu yang singkat untuk mengendalikan penyakit limfomanya. Dan biasanya untuk kasus kanker limfoma yang terjadi lebih lambat memerlukan waktu yang agak lama untuk bisa tumbuh dan bahkan bisa hilang dengan sendirinya dengan tidak melakukan pengobatan apapun.

 

Posted in Kelenjar Getah Bening | Tagged , , , , , | Leave a comment

Limfoma Kelenjar Getah Bening

Limfoma kelenjar getah bening adalah tumor yang paling sering menimbulkan sindrom vena kava superior dan atau sindrom mediastinum superior pada anak-anak. Limfoma dibagi menjadi dua golongan, limfoma Hodgkin dan non-Hodgkin. Limfoma non-Hodgkin (NHL). Istilah ini menggambarkan sekelompok limfoma yang meliputi limfoma limfoblastik, limfoma sel kecil yang tidak terbelah dan limfoma sel besar. Massa medisrinum yang ditemukan pada penderita NHL terutama disebabakan oleh limfoma limfoblastik. Kenyataannya sekitar 60% penderita limfoma limfoblastik memiliki massa mediastinum dan sering mengalami efusi pleura. Jika pasien-pasien ini mengalami limfadenopati maka limfadenopati ini cenderung terdapat didaerah supradifragma, misal dileher, region supraklavikula, atau aksila. DItemukan adanya keterlibatan sumsum tulang pada presentase yang signifikan. Pada saat presentase sel blas di dalam sumsum tulang melebihi 25%, beberapa ahli onkologi pediatric menyebut kelainan ini sebagai sindrom leukemia/ limfoma kelenjar getah bening.

Limfoma Kelenjar Getah Bening

Limfoma Kelenjar Getah Bening

Limfoma kelenjar getah bening Hodgkin. Walaupun insidensi limfoma non-Hodgkin sedikit lebih tinggi daripada limfoma Hodgkin, mediastinum merupakan lokasi primer penyakit Hodgkin. Tampilan klinis yang paling sering dijumpai adalah adenopati servikal, tetapi kira-kira 50-65& pasien limfoma Hodgkin juga menampilkan adanya massa di kelenjar limfe mediastinum anterior, paratrakeal dan trakeobronkial. Penekanan trakeobronkial dapat dilihat dari foto rontgent dada pada setengah anak-anak yang baru didiagnosis limfoma Hodgkin. Setengah pasien-pasien ini juga akan memiliki gejala-gejala sistemik penyakit Hodgkin, berupa demam, keringat malam dan penurunan berat badan lebih dari 10 persen dalam waktu 6 bulan sebelumnya.

Yang menjadi pertanyaan apa penyebab limfoma kelenjar getah bening? Dokter biasanya tidak menjelaskan mengapa pasien mengidap penyakit kelenjar getah bening. Namun terdapat beberapa hal yang bisa menjadi pemicu mengapa penyakit kelenjar getah bening ini bisa terjadi. Salah satu penelitian menunjukkan bahwa mereka yang mempunyai sistem imun tubuh dan sistem metabolisme tubuh yang lemah atau yang menderita masalah autoimun, atau juga mereka yang menderita penyakit HIV, mempunyai tingkat resiko untuk terserang penyakit kelenjar getah bening lebih besar terutama penyakit limfoma non-Hodgkin. Biasanya memang penyakit limfoma Non-Hodgkin menyerang mereka yang berusia muda, namun tidak menututp kemungkinan bahwa penyakit ini bisa dialami oleh mereka yang sudah lanjut usia, bahkan menyerang mereka yang sudah berusia 60 tahun ke atas.

Beberapa pengobatan yang ditawarkan untuk mengobati kelenjar getah bening adalah salah satunya kemoterapi. Kemoterapi yang dilakukan dengan menggunakan obat-obatan dengan tujuan untuk membunuh sel-sel kanker kelenjar getah bening. Biasanya terapi ini disebut sebagai terapi sistemik karena obat yang masuk akan mengalir mengikuti aliran darah. Kemudian obat bisa mencapai pada sel-sel kanker hampir menuju ke daerah seluruh tubuh.

Untuk pengobatan kelenjar getah bening bisa melalui mulut, melalui sistem pembuluh darah atau juga melalui ruang antara sumsum tulang belakang. Dan pengobatan kemoterapi pada penyakit kanker kelenjar getah bening ini harus menjalankan warat jalan baik dilaukan dirumah sakit atau juga diklinik dekat rumah Anda. Dan biasanya untuk beberapa pasien, mereka dianjurkan untuk mengidap dirumah sakit selama proses pengobatan hal ini dimaksudkan agar mendapatkan pengamatan yang seksama.

Jika mereka yang menderita penyakit kanker kelenjar getah bening akibat dari terjadinya infeksi Helikobactor, maka dokter biasanya akan melakukan penanganan dengan cara mengobati limfomanya terlebih dahulu dengan menggunakan obat antibiotika. Dan setelah terjadinya infeksi sudah bisa disembuhkan, maka kanker baru bisa diobati.

Terapi yang terkenal lainnya untuk limfoma kelenjar getah bening adalah terapi radiasi. Biasanya terapi ini dilakukan dengan sinar yang mempunyai energi tinggi degan tujuan utama untuk membunuh sel-sel kanker limfoma Non-Hodgkin. Pengobatan ini dilakukan dengan maksud untuk menghilangkan atau memnbunuh sel-sel kanker juga untuk membantu mengecilkan tumor dan juga mengendalikan rasa sakit pasien.

Gejala awal penyakit limfoma kelenjar getah bening Hodgkin yang tersering adalah pembengkakan kelenjar limfe asimetrik yang tidak nyeri. Beberapa pasien datang dengan gejala konstitusional yang mencakup keringat malam, demam dan penurunan berat badan. Gejala-gejala ni, yang disebut gejala B secara prognosis buruk. Dengan demikian penyakit dapat diklasifikasikan berdasarkan ada tidaknya gejala-gejala ini menjadi tipe A atau tipe B.

Gambaran lain pada penyakit limfoma kelenjar getah bening ini adalah system penurunan imunitas selular, yang mencerminkan gangguan fungsi sel T. Temuan yang umum adalah tidak adanya reaktivitas kulit terhadap penyuntikkan intradermis antigen-antigen umum seperti Candida, gondongan dan streptokinase, Kegagalan memicu reaksi kulit ini disebut anergi kulit. Respons tarapeutik dan prognosis jangka panjang berkolesrasi tidak saha dengan tipe morfologi, tapi juga dengan luasnya penyakit saat didiagnosis, hanya sekelompok kelenjar limfe atau satu tempat ekstranodal yang terkena. Penyakit stadium IV yaitu yang paling luas, melibatkan banyak kelompok kelenjar limfe dan juga organ nonlimfoid seperti sumsum tulang, hati dan limpa. Pada setiap stadium, pasien tanpa gejala konstitusional seperti demam, penurunan berat badan, dan keringat malam berprognosis lebih baik daripada mereka yang memperlihatkan gejala.

 

Posted in Kelenjar Getah Bening | Tagged , , , , , | Leave a comment

Kelenjar Getah Bening

Kelenjar getah bening (lymph node) yang keras dan tidak sakit dibagian samping leher dibelakang tulang rahang Anda bisa menjadi tanda peringatan awal adanya limfoma, yang mencakup penyakit Hodgkin dan limfoma non-Hodgkin. Keduanya adalah bentuk kanker kelenjar getah bening yang jarang. Limfoma non-Hodgkin membenntuk 5 persen kanker di Amerika Aerikat dan biasanya ditemukan pada orang dewasa berusia sekitar 60 tahun. Penyakit Hodgkin lebih jarang terjadi dan umumnya menyerang orang-orang uda berusia antara 15 dan 35 tahun. Walaupun sama-sama bisa fatal, kedua jenis kondis tersebut bisa diobati jika diketahui sejak dini. Kelenjar getah bening yang membesar di leher juga bisa menandakan kanker di tiroid, tenggorokan atau bahkan saluran gastrointesnital (berhubungan dengan lambung dan usus).

Kelenjar Getah Bening

Kelenjar Getah Bening

Penyebab dari kelenjar getah bening bisa terjadi adalah karena adanya satu limfosit atau sel getah bening yang mengalami proses mutasi genetik dan kemudian kehilangan kendali atau kontrol dalam proses produksionya. Kemudian sel yang tidak normal tersebut  berkembang dan memperbanyak diri dengan terus melakukan mutasi dan terus menjadi tumor pada akhirnya menyerang bagian jaringan kelenjar getah bening misalnya seperti kelenjar getah bening atau juga limpa. Hal yang paling besar yang terjadi adalah jika sel-sel ini menyebar ke jaringan atau juga organ tubuh yang lainnya.

Gejala limfoma kelenjar getah bening adalah :

  1. Gejala umum atau menyeluruh
    Biasanya gejala yang muncul pada penyakit kanker limfoma yang ganas sebelum atau juga yang terjadi dalam waktu yang bersamaan dan berbarengan muncul kelenjar getah bening yang mengalami pembesaran, mungkin juga muncul gejala seperti demam, gatal-gatal, keringan yang mengucur dimalam hari dan juga berat badan yang turun yang tidak diketahui apa penyebab pastinya. Jika Anda merasakan gejala-gejala diatas, sebaiknya lakukan konsultasi ke dokter. Dokter biasanya akan memeriksa pasien dengan melakukan pemeriksaan darah.
  2. Pembesaran pada kelenjar getah bening
    Gejala ini merupakan salah satu gejala yang khas terjadi pada penyakit kanker kelenjar getah bening. Munculnya benjolan yang tidak sakit, kemudian mengalami pembesaran dengan cara yang bertahap, dan permukaanya juga mulus, namun saat diraba terasa keras seperti bola pingpong, atau juga seperti ujung hidun. Biasanya pembesaran yang terjadi ini lebih sering terjadi dibagian leher. Pemeriksaan biopsi dilakukan jika adanya gejala benjolan seperti diatas. Pemeriksaan ini melakukan pemeriksaan yang wajib dilakukan.
  3. Perubahan yang terjadi pada kulit
    Biasanya mereka yang menderita kelenjar getah bening mengalami perubahan pada kulit mereka. Misalnya seperti eritoma, erosi pada kulit di kanker kelenjar getah bening di tahap selanjutnya akan mengalami suatu penurunan pada sistem imunitas tubuh, biasanya kulot menjadi lebih sering bernanah, dan mengalami eksudat.

Penyakit kelenjar getah bening mengalami peningkatan dalam waktu 1 tahun. Berdasarkan salah satu laporan yang dilakukan konferensi imofatik internasional menunjukkan bahwa diseluruh dunia setiap 9 menit maka dilaporkan 1 kasus yang baru dari penyakit kanker kelenjar getah beinig. Untuk mengetahuinya, maka Anda wajib melakukan konsultasi ke dokter untuk melakukan diagnosa dengan benar.

Limfoma atau kelenjar getah bening adalah kelompok tumor ganas yang terjadi pada jaringan limfoid. Limfoma ditandai dengan pembesaran kelenjar limfe, keringat malam dan atau demam naik turun, nyeri akibat pembesaran dan atau infark limpa, hepatomegali, penurunan  berat badan, pruritus, nyeri tulang belakang akibat alkohol (Hodgkin), malaise, atau infeksi berulang. Etiologi limfoma sama sekali tidak diketahui walaupun faktor genetic dan lingkungan dapat terkait. Virus tertentu, terutama EBV dan virus leukemia sel T manusia (HTLV-1) juga dapat menjadi salah satu faktor penyebab kanker kelenjar getah bening. Orang yang mengalami gangguan system imun tubuh tampak rentan terhadap LNH.

Limfoma atau kelenjar getah bening Burkitt merupakan limfoma yang sangat ganas, seringkali pada rahang, teapi dapat pula terjadi pada area lain. Hingga kini, limfoma Burkitt merupakan penyakit yang jarang ditemukan dan disebabkan infeksi EBv serta terutama ditemukan pada anak-anak keturunan Afrika. Terjadi peningkatan insidens limfoma Burkitt diantara orang dewasa di Erpoa dan Amerika Utara yang seringkali berkaitan dengan infeksi HIV.

Terapi untuk limfoma atau kelenjar getah bening adalah :

  1. Limfoma Hodgkin-radioterapi untuk stadium awal, kemudian kemoterapi sitotoksik
  2. LNH bergantung pada jenisnya. Secara umum, pendekatan konservatif tunggu dan lihat untuk limfoma stadium rendah. Jika pengobatan dilakukan pilihan pengobatan meliputi radioterapi lokal atau kemoterapi,tetapi tindakan ini seringkali sangat tidak efektif. Akan tetapi, agens terbaru meliputi fludarabin, interferon-alfa, dan antibody-alfa, dan antibody monoclonal. Sebaliknya, orang yang mengalami LNH sangat agresig (stadium tinggi) berespons baik terhadap kemoterapi.
  3. Limfoma Burkitt sangat agresif dan memerlukan resigmen koemtorepi kompleks dan intensif, yaitu berupa kemoterapi dengan pengobatan intratekal system saraf pusat (SSP) dan dukungan faktor pertumbuhan hemopoiteik.
  4. LImfoma kambuhan-kemoterapi lini kedua.

 

Posted in Kelenjar Getah Bening | Tagged , , , , | Leave a comment