Penyakit Kanker Kelenjar Getah Bening

Penyakit kanker kelenjar getah bening atau yang biasa disebut dengan kanker limfoma di dunia medis merupakan kanker yang terjadi pada jaringan limfoid. Klasifikasi dari penyakit kanker limfoma atau kanker kelenjar getah bening ini bergantung dari empat gambaran utama dalam bentuk tipe sel, derajat diferensiasi, tipe reaksi yang bisa menghasilkan sel tumor, dan juga pola pertumbuhannya. Jika pertumbuhan nodular diobservasi, istilah nodular ini berarti digunakan setelah tipe sel. Jika tidak memperhatikan pola pertumbuhan yang sudah dibuat, maka penyakit kanker kelenjar getah bening ini  akan menyebar.

Penyakit kanker kelenjar getah bening dibagi menjadi dua jenis, yakni :

  1. Penyakit limfoma Hodgkin
    Penyakit ini menyerang jaringan limfoid, biasanya di kelenjar limfe atau limpa. Penyakit kanker kelenjar getah bening Hodgkin ini merupakan salah satu jenis penyakit kanker yang paling sering ditemukan pada pria yang masuh berusia muda. Kejadian penyakit ini bisa mencapai puncaknya yang kedua dalam decade keenam kehidupan. Penyakit limfoma Hodgkin merupakan salah satu kejadian atau gangguan dalam bentuk klonal, yang berasal dari satu sel yang tidak normal atau abnormal. Populasi yang terjadi dari sel abnormal ini nampak diturunkan dari sel B atau yang lebih jarang, dari sel T atau monosit.
  2. Penyakit Limfoma Non-Hodgkin
    Penyakit kanker kelenjar getah bening limfoma non Hodgkin adalah penyakit kanker kelenjar getah bening yang bukan limfoma Hodgkin. Limfoma non-Hodgkin ini biasanya terjadi pada individu yang lebih lanjut dan biasanya ditemukan pada stadium lanjut dari penyakit limfoma Hodgkin. Penyakit limfoma non-Hodgkin ini tidak terbatas hanya pada satu kelompok kelenjar limfe saja seperti limfoma Hodgkin, namun lebih menyebar luas melalui organ limfoid, dan termasuk kelenjar limfe, hati, limpa dan juga sumsum tulang.

Gejala dari penyakit kanker kelenjar getah bening Hodgkin biasanya ditunjukkan dengan terjadinya suatu bentuk pembesaran yang tidak ada rasa sakit dari kelenjar getah bening yang ada di daerah leher. Kadang yang terjadi pada pembengkakan pada kelenjar getah bening pada lipat paha atau ketiak. Demam yang berkeringat yang terjadi di malam hari, kurangnya nafsu mkan dan juga berat badan yang menurun.

Sedangkan gejala pada kanker kelenjar getah bening non-Hodgkin ditunjukkan dengan pembesaran yang terjadi pada kelenjar getah bening atau limfonodus, pembesaran yang terjadi pada tonsil dan juga kelenjar adenoid.

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , | Leave a comment

Limfoma Kanker Kelenjar Getah Bening

Limfoma kanker kelenjar getah bening merupakan jenis kanker yang berasal dari limfonodus dan jaringan limfe lainnya, yang mencakup system limfatik dan imunitas tubuh. Penyakit limfoma dapat dibedakan menjadi dua. Berikut pembagian kedua penyakit limfoma:

  1. Limfoma kanker kelenjar getah bening Hodgkin
    Merupakan jenis limfoma yang ditandai dengan pembesaran kelenjar getah bening dan limpa, tanpa disertai rasa sakit. Kanker ini sangat progresif pada beberapa jaringan limfoid dan pertumbuhan abnormal sel terjadi dengan cepat. Limfoma kanker kelenjar getah bening Hodgkin juga dikenal dengan nama penyakit Hodgkin (Hodgkin’s disease)

    Penyakit getah bening ini umumnya menyerang usia muda dan lanjut baik pria maupun wanita. Umur 15038 tahubn dan umur 5- tahun ke atas sangat rentan terhadap kanker ini. Biasnaya, penderita limfoma kanker kelenjar getah bening Hodgkin mempunyai cacat dalam fungsi system kekebalan seluler tubuh (sel-T), meskipun produksi antibody normal.

    Berikut gejala-gejaladari penyakit Hodgkin : Adanya pembesaran tanpa rasa sakit nyeri dari kelenjar getah bening didaerah leher. Kadang-kadang terjadi pembengkakan kelenjar getah bening pada lipat paha dan ketiak. Demam berkeringat pada malam haru, kurang nafsu makan dan berat badan turun. Pada beberaoa orang, kadang-kadang menyerang dada yang menyebabkan gangguan pernapasan. Semakin berkembangnya penyakit, sel-sel abnormal menyebar ke kelenjar getah bening disekitarnya dan mulai menyerang struktur lain termasuk paru-paru, hati dan organ-organ abdominal.

  2. Limfoma kanker kelenjar getah bening non-Hodgkin (limfoma maligna)
    Merupakan kanker ganas yang berasal dari limfonodis dan jaringan limfe lainnta. Limfoma ini lebih sering terjadi pada pria, jarang terjadi pada anak, dan sering dijumpai pada usia 50 tahun ke atas. Gejala dari limfoma non-Hodgkin adalah : pembesaran kelenjar getah bening atau limfonodus, pembesaran tonsil dan kelenjar adenoid, limfonodus dileher dan sekitarnya menjadi kemerahan, limfoma yang berkembang menunjukkan gejala demam, berkeringat pada malam hari,lelah, tidak enak badan dan berat badan menurun.

Biasanya doagnosis limfoma kanker kelenjar getah bening dkonfirmasi dengan biopsy kelenjar uang terlubat, lebih diskuai biopsy eksisi. Diperlukan jaringan yang cukup untuk mengenal secara lengkap arsitektur dan proses patologinya. Pada biopsy, jejak raba harus dibuat pada gelas obyek dan setelah konfirmasi diagnosis, maka limfoma harus ditentukan stadiumnya. Penentuan stadium klinis limfoma mencakup :

  1. Riwayat dan pemeriksaan fisik lengkap
  2. Hitung sel darah lengkap, urinalis, penyaringan multiphase
  3. Foto toraks, mungkin tomografi dada
  4. Limfangiografi bipedal
  5. Tomografi kompterisasi.

Radioterapi merupakan cara terapi yang efektif dan dapat membantu dalam mengendalikan penyakit nodus dan dalam pembasmian lengkap penyakit, meskipun digunakan sebagai satu-satnya metode terapi. Untuk keberhasilan terapi ini, maka penyakit kelenjar getah bening ini harus terbatas pada kelenjar limfe yang diterapi, tanpa keterlibatan massif daerah lain.

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , | Leave a comment

Limfoma Kelenjar Getah Bening

Limfoma kelenjar getah bening adalah tumor yang paling sering menimbulkan sindrom vena kava superior dan atau sindrom mediastinum superior pada anak-anak. Limfoma dibagi menjadi dua golongan, limfoma Hodgkin dan non-Hodgkin. Limfoma non-Hodgkin (NHL). Istilah ini menggambarkan sekelompok limfoma yang meliputi limfoma limfoblastik, limfoma sel kecil yang tidak terbelah dan limfoma sel besar. Massa medisrinum yang ditemukan pada penderita NHL terutama disebabakan oleh limfoma limfoblastik. Kenyataannya sekitar 60% penderita limfoma limfoblastik memiliki massa mediastinum dan sering mengalami efusi pleura. Jika pasien-pasien ini mengalami limfadenopati maka limfadenopati ini cenderung terdapat didaerah supradifragma, misal dileher, region supraklavikula, atau aksila. DItemukan adanya keterlibatan sumsum tulang pada presentase yang signifikan. Pada saat presentase sel blas di dalam sumsum tulang melebihi 25%, beberapa ahli onkologi pediatric menyebut kelainan ini sebagai sindrom leukemia/ limfoma kelenjar getah bening.

Limfoma kelenjar getah bening Hodgkin. Walaupun insidensi limfoma non-Hodgkin sedikit lebih tinggi daripada limfoma Hodgkin, mediastinum merupakan lokasi primer penyakit Hodgkin. Tampilan klinis yang paling sering dijumpai adalah adenopati servikal, tetapi kira-kira 50-65& pasien limfoma Hodgkin juga menampilkan adanya massa di kelenjar limfe mediastinum anterior, paratrakeal dan trakeobronkial. Penekanan trakeobronkial dapat dilihat dari foto rontgent dada pada setengah anak-anak yang baru didiagnosis limfoma Hodgkin. Setengah pasien-pasien ini juga akan memiliki gejala-gejala sistemik penyakit Hodgkin, berupa demam, keringat malam dan penurunan berat badan lebih dari 10 persen dalam waktu 6 bulan sebelumnya.

Gejala awal penyakit limfoma kelenjar getah bening Hodgkin yang tersering adalah pembengkakan kelenjar limfe asimetrik yang tidak nyeri. Beberapa pasien datang dengan gejala konstitusional yang mencakup keringat malam, demam dan penurunan berat badan. Gejala-gejala ni, yang disebut gejala B secara prognosis buruk. Dengan demikian penyakit dapat diklasifikasikan berdasarkan ada tidaknya gejala-gejala ini menjadi tipe A atau tipe B.

Gambaran lain pada penyakit kelenjar getah bening ini adalah system penurunan imunitas selular, yang mencerminkan gangguan fungsi sel T. Temuan yang umum adalah tidak adanya reaktivitas kulit terhadap penyuntikkan intradermis antigen-antigen umum seperti Candida, gondongan dan streptokinase, Kegagalan memicu reaksi kulit ini disebut anergi kulit. Respons tarapeutik dan prognosis jangka panjang berkolesrasi tidak saha dengan tipe morfologi, tapi juga dengan luasnya penyakit saat didiagnosis, hanya sekelompok kelenjar limfe atau satu tempat ekstranodal yang terkena. Penyakit stadium IV yaitu yang paling luas, melibatkan banyak kelompok kelenjar limfe dan juga organ nonlimfoid seperti sumsum tulang, hati dan limpa. Pada setiap stadium, pasien tanpa gejala konstitusional seperti demam, penurunan berat badan, dan keringat malam berprognosis lebih baik daripada mereka yang memperlihatkan gejala.

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , | Leave a comment

Kelenjar Getah Bening

Kelenjar getah bening (lymph node) yang keras dan tidak sakit dibagian samping leher dibelakang tulang rahang Anda bisa menjadi tanda peringatan awal adanya limfoma, yang mencakup penyakit Hodgkin dan limfoma non-Hodgkin. Keduanya adalah bentuk kanker kelenjar getah bening yang jarang. Limfoma non-Hodgkin membenntuk 5 persen kanker di Amerika Aerikat dan biasanya ditemukan pada orang dewasa berusia sekitar 60 tahun. Penyakit Hodgkin lebih jarang terjadi dan umumnya menyerang orang-orang uda berusia antara 15 dan 35 tahun. Walaupun sama-sama bisa fatal, kedua jenis kondis tersebut bisa diobati jika diketahui sejak dini. Kelenjar getah bening yang membesar di leher juga bisa menandakan kanker di tiroid, tenggorokan atau bahkan saluran gastrointesnital (berhubungan dengan lambung dan usus).

Limfoma atau kelenjar getah bening adalah kelompok tumor ganas yang terjadi pada jaringan limfoid. Limfoma ditandai dengan pembesaran kelenjar limfe, keringat malam dan atau demam naik turun, nyeri akibat pembesaran dan atau infark limpa, hepatomegali, penurunan  berat badan, pruritus, nyeri tulang belakang akibat alkohol (Hodgkin), malaise, atau infeksi berulang. Etiologi limfoma sama sekali tidak diketahui walaupun faktor genetic dan lingkungan dapat terkait. Virus tertentu, terutama EBV dan virus leukemia sel T manusia (HTLV-1) juga dapat menjadi salah satu faktor penyebab kanker kelenjar getah bening. Orang yang mengalami gangguan system imun tubuh tampak rentan terhadap LNH.

Limfoma atau kelenjar getah bening Burkitt merupakan limfoma yang sangat ganas, seringkali pada rahang, teapi dapat pula terjadi pada area lain. Hingga kini, limfoma Burkitt merupakan penyakit yang jarang ditemukan dan disebabkan infeksi EBv serta terutama ditemukan pada anak-anak keturunan Afrika. Terjadi peningkatan insidens limfoma Burkitt diantara orang dewasa di Erpoa dan Amerika Utara yang seringkali berkaitan dengan infeksi HIV.

Terapi untuk limfoma atau kelenjar getah bening adalah :

  1. Limfoma Hodgkin-radioterapi untuk stadium awal, kemudian kemoterapi sitotoksik
  2. LNH bergantung pada jenisnya. Secara umum, pendekatan konservatif tunggu dan lihat untuk limfoma stadium rendah. Jika pengobatan dilakukan pilihan pengobatan meliputi radioterapi lokal atau kemoterapi,tetapi tindakan ini seringkali sangat tidak efektif. Akan tetapi, agens terbaru meliputi fludarabin, interferon-alfa, dan antibody-alfa, dan antibody monoclonal. Sebaliknya, orang yang mengalami LNH sangat agresig (stadium tinggi) berespons baik terhadap kemoterapi.
  3. Limfoma Burkitt sangat agresif dan memerlukan resigmen koemtorepi kompleks dan intensif, yaitu berupa kemoterapi dengan pengobatan intratekal system saraf pusat (SSP) dan dukungan faktor pertumbuhan hemopoiteik.
  4. LImfoma kambuhan-kemoterapi lini kedua.
Posted in Uncategorized | Tagged , , , , | Leave a comment