Kelenjar Getah Bening

Kelenjar getah bening (lymph node) yang keras dan tidak sakit dibagian samping leher dibelakang tulang rahang Anda bisa menjadi tanda peringatan awal adanya limfoma, yang mencakup penyakit Hodgkin dan limfoma non-Hodgkin. Keduanya adalah bentuk kanker kelenjar getah bening yang jarang. Limfoma non-Hodgkin membenntuk 5 persen kanker di Amerika Aerikat dan biasanya ditemukan pada orang dewasa berusia sekitar 60 tahun. Penyakit Hodgkin lebih jarang terjadi dan umumnya menyerang orang-orang uda berusia antara 15 dan 35 tahun. Walaupun sama-sama bisa fatal, kedua jenis kondis tersebut bisa diobati jika diketahui sejak dini. Kelenjar getah bening yang membesar di leher juga bisa menandakan kanker di tiroid, tenggorokan atau bahkan saluran gastrointesnital (berhubungan dengan lambung dan usus).

Kelenjar Getah Bening

Kelenjar Getah Bening

Penyebab dari kelenjar getah bening bisa terjadi adalah karena adanya satu limfosit atau sel getah bening yang mengalami proses mutasi genetik dan kemudian kehilangan kendali atau kontrol dalam proses produksionya. Kemudian sel yang tidak normal tersebut  berkembang dan memperbanyak diri dengan terus melakukan mutasi dan terus menjadi tumor pada akhirnya menyerang bagian jaringan kelenjar getah bening misalnya seperti kelenjar getah bening atau juga limpa. Hal yang paling besar yang terjadi adalah jika sel-sel ini menyebar ke jaringan atau juga organ tubuh yang lainnya.

Gejala limfoma kelenjar getah bening adalah :

  1. Gejala umum atau menyeluruh
    Biasanya gejala yang muncul pada penyakit kanker limfoma yang ganas sebelum atau juga yang terjadi dalam waktu yang bersamaan dan berbarengan muncul kelenjar getah bening yang mengalami pembesaran, mungkin juga muncul gejala seperti demam, gatal-gatal, keringan yang mengucur dimalam hari dan juga berat badan yang turun yang tidak diketahui apa penyebab pastinya. Jika Anda merasakan gejala-gejala diatas, sebaiknya lakukan konsultasi ke dokter. Dokter biasanya akan memeriksa pasien dengan melakukan pemeriksaan darah.
  2. Pembesaran pada kelenjar getah bening
    Gejala ini merupakan salah satu gejala yang khas terjadi pada penyakit kanker kelenjar getah bening. Munculnya benjolan yang tidak sakit, kemudian mengalami pembesaran dengan cara yang bertahap, dan permukaanya juga mulus, namun saat diraba terasa keras seperti bola pingpong, atau juga seperti ujung hidun. Biasanya pembesaran yang terjadi ini lebih sering terjadi dibagian leher. Pemeriksaan biopsi dilakukan jika adanya gejala benjolan seperti diatas. Pemeriksaan ini melakukan pemeriksaan yang wajib dilakukan.
  3. Perubahan yang terjadi pada kulit
    Biasanya mereka yang menderita kelenjar getah bening mengalami perubahan pada kulit mereka. Misalnya seperti eritoma, erosi pada kulit di kanker kelenjar getah bening di tahap selanjutnya akan mengalami suatu penurunan pada sistem imunitas tubuh, biasanya kulot menjadi lebih sering bernanah, dan mengalami eksudat.

Penyakit kelenjar getah bening mengalami peningkatan dalam waktu 1 tahun. Berdasarkan salah satu laporan yang dilakukan konferensi imofatik internasional menunjukkan bahwa diseluruh dunia setiap 9 menit maka dilaporkan 1 kasus yang baru dari penyakit kanker kelenjar getah beinig. Untuk mengetahuinya, maka Anda wajib melakukan konsultasi ke dokter untuk melakukan diagnosa dengan benar.

Limfoma atau kelenjar getah bening adalah kelompok tumor ganas yang terjadi pada jaringan limfoid. Limfoma ditandai dengan pembesaran kelenjar limfe, keringat malam dan atau demam naik turun, nyeri akibat pembesaran dan atau infark limpa, hepatomegali, penurunan  berat badan, pruritus, nyeri tulang belakang akibat alkohol (Hodgkin), malaise, atau infeksi berulang. Etiologi limfoma sama sekali tidak diketahui walaupun faktor genetic dan lingkungan dapat terkait. Virus tertentu, terutama EBV dan virus leukemia sel T manusia (HTLV-1) juga dapat menjadi salah satu faktor penyebab kanker kelenjar getah bening. Orang yang mengalami gangguan system imun tubuh tampak rentan terhadap LNH.

Limfoma atau kelenjar getah bening Burkitt merupakan limfoma yang sangat ganas, seringkali pada rahang, teapi dapat pula terjadi pada area lain. Hingga kini, limfoma Burkitt merupakan penyakit yang jarang ditemukan dan disebabkan infeksi EBv serta terutama ditemukan pada anak-anak keturunan Afrika. Terjadi peningkatan insidens limfoma Burkitt diantara orang dewasa di Erpoa dan Amerika Utara yang seringkali berkaitan dengan infeksi HIV.

Terapi untuk limfoma atau kelenjar getah bening adalah :

  1. Limfoma Hodgkin-radioterapi untuk stadium awal, kemudian kemoterapi sitotoksik
  2. LNH bergantung pada jenisnya. Secara umum, pendekatan konservatif tunggu dan lihat untuk limfoma stadium rendah. Jika pengobatan dilakukan pilihan pengobatan meliputi radioterapi lokal atau kemoterapi,tetapi tindakan ini seringkali sangat tidak efektif. Akan tetapi, agens terbaru meliputi fludarabin, interferon-alfa, dan antibody-alfa, dan antibody monoclonal. Sebaliknya, orang yang mengalami LNH sangat agresig (stadium tinggi) berespons baik terhadap kemoterapi.
  3. Limfoma Burkitt sangat agresif dan memerlukan resigmen koemtorepi kompleks dan intensif, yaitu berupa kemoterapi dengan pengobatan intratekal system saraf pusat (SSP) dan dukungan faktor pertumbuhan hemopoiteik.
  4. LImfoma kambuhan-kemoterapi lini kedua.

 


=====================================

>>> Keladi Tikus (Typhonium Flagelliforme) Membantu Menghambat Pertumbuhan Kanker/Tumor dan Memelihara Daya Tahan Tubuh, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Kelenjar Getah Bening and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Comments are closed.