Limfoma Kelenjar Getah Bening

Limfoma kelenjar getah bening adalah tumor yang paling sering menimbulkan sindrom vena kava superior dan atau sindrom mediastinum superior pada anak-anak. Limfoma dibagi menjadi dua golongan, limfoma Hodgkin dan non-Hodgkin. Limfoma non-Hodgkin (NHL). Istilah ini menggambarkan sekelompok limfoma yang meliputi limfoma limfoblastik, limfoma sel kecil yang tidak terbelah dan limfoma sel besar. Massa medisrinum yang ditemukan pada penderita NHL terutama disebabakan oleh limfoma limfoblastik. Kenyataannya sekitar 60% penderita limfoma limfoblastik memiliki massa mediastinum dan sering mengalami efusi pleura. Jika pasien-pasien ini mengalami limfadenopati maka limfadenopati ini cenderung terdapat didaerah supradifragma, misal dileher, region supraklavikula, atau aksila. DItemukan adanya keterlibatan sumsum tulang pada presentase yang signifikan. Pada saat presentase sel blas di dalam sumsum tulang melebihi 25%, beberapa ahli onkologi pediatric menyebut kelainan ini sebagai sindrom leukemia/ limfoma kelenjar getah bening.

Limfoma Kelenjar Getah Bening

Limfoma Kelenjar Getah Bening

Limfoma kelenjar getah bening Hodgkin. Walaupun insidensi limfoma non-Hodgkin sedikit lebih tinggi daripada limfoma Hodgkin, mediastinum merupakan lokasi primer penyakit Hodgkin. Tampilan klinis yang paling sering dijumpai adalah adenopati servikal, tetapi kira-kira 50-65& pasien limfoma Hodgkin juga menampilkan adanya massa di kelenjar limfe mediastinum anterior, paratrakeal dan trakeobronkial. Penekanan trakeobronkial dapat dilihat dari foto rontgent dada pada setengah anak-anak yang baru didiagnosis limfoma Hodgkin. Setengah pasien-pasien ini juga akan memiliki gejala-gejala sistemik penyakit Hodgkin, berupa demam, keringat malam dan penurunan berat badan lebih dari 10 persen dalam waktu 6 bulan sebelumnya.

Yang menjadi pertanyaan apa penyebab limfoma kelenjar getah bening? Dokter biasanya tidak menjelaskan mengapa pasien mengidap penyakit kelenjar getah bening. Namun terdapat beberapa hal yang bisa menjadi pemicu mengapa penyakit kelenjar getah bening ini bisa terjadi. Salah satu penelitian menunjukkan bahwa mereka yang mempunyai sistem imun tubuh dan sistem metabolisme tubuh yang lemah atau yang menderita masalah autoimun, atau juga mereka yang menderita penyakit HIV, mempunyai tingkat resiko untuk terserang penyakit kelenjar getah bening lebih besar terutama penyakit limfoma non-Hodgkin. Biasanya memang penyakit limfoma Non-Hodgkin menyerang mereka yang berusia muda, namun tidak menututp kemungkinan bahwa penyakit ini bisa dialami oleh mereka yang sudah lanjut usia, bahkan menyerang mereka yang sudah berusia 60 tahun ke atas.

Beberapa pengobatan yang ditawarkan untuk mengobati kelenjar getah bening adalah salah satunya kemoterapi. Kemoterapi yang dilakukan dengan menggunakan obat-obatan dengan tujuan untuk membunuh sel-sel kanker kelenjar getah bening. Biasanya terapi ini disebut sebagai terapi sistemik karena obat yang masuk akan mengalir mengikuti aliran darah. Kemudian obat bisa mencapai pada sel-sel kanker hampir menuju ke daerah seluruh tubuh.

Untuk pengobatan kelenjar getah bening bisa melalui mulut, melalui sistem pembuluh darah atau juga melalui ruang antara sumsum tulang belakang. Dan pengobatan kemoterapi pada penyakit kanker kelenjar getah bening ini harus menjalankan warat jalan baik dilaukan dirumah sakit atau juga diklinik dekat rumah Anda. Dan biasanya untuk beberapa pasien, mereka dianjurkan untuk mengidap dirumah sakit selama proses pengobatan hal ini dimaksudkan agar mendapatkan pengamatan yang seksama.

Jika mereka yang menderita penyakit kanker kelenjar getah bening akibat dari terjadinya infeksi Helikobactor, maka dokter biasanya akan melakukan penanganan dengan cara mengobati limfomanya terlebih dahulu dengan menggunakan obat antibiotika. Dan setelah terjadinya infeksi sudah bisa disembuhkan, maka kanker baru bisa diobati.

Terapi yang terkenal lainnya untuk limfoma kelenjar getah bening adalah terapi radiasi. Biasanya terapi ini dilakukan dengan sinar yang mempunyai energi tinggi degan tujuan utama untuk membunuh sel-sel kanker limfoma Non-Hodgkin. Pengobatan ini dilakukan dengan maksud untuk menghilangkan atau memnbunuh sel-sel kanker juga untuk membantu mengecilkan tumor dan juga mengendalikan rasa sakit pasien.

Gejala awal penyakit limfoma kelenjar getah bening Hodgkin yang tersering adalah pembengkakan kelenjar limfe asimetrik yang tidak nyeri. Beberapa pasien datang dengan gejala konstitusional yang mencakup keringat malam, demam dan penurunan berat badan. Gejala-gejala ni, yang disebut gejala B secara prognosis buruk. Dengan demikian penyakit dapat diklasifikasikan berdasarkan ada tidaknya gejala-gejala ini menjadi tipe A atau tipe B.

Gambaran lain pada penyakit limfoma kelenjar getah bening ini adalah system penurunan imunitas selular, yang mencerminkan gangguan fungsi sel T. Temuan yang umum adalah tidak adanya reaktivitas kulit terhadap penyuntikkan intradermis antigen-antigen umum seperti Candida, gondongan dan streptokinase, Kegagalan memicu reaksi kulit ini disebut anergi kulit. Respons tarapeutik dan prognosis jangka panjang berkolesrasi tidak saha dengan tipe morfologi, tapi juga dengan luasnya penyakit saat didiagnosis, hanya sekelompok kelenjar limfe atau satu tempat ekstranodal yang terkena. Penyakit stadium IV yaitu yang paling luas, melibatkan banyak kelompok kelenjar limfe dan juga organ nonlimfoid seperti sumsum tulang, hati dan limpa. Pada setiap stadium, pasien tanpa gejala konstitusional seperti demam, penurunan berat badan, dan keringat malam berprognosis lebih baik daripada mereka yang memperlihatkan gejala.

 


=====================================

>>> Keladi Tikus (Typhonium Flagelliforme) Membantu Menghambat Pertumbuhan Kanker/Tumor dan Memelihara Daya Tahan Tubuh, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Kelenjar Getah Bening and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Comments are closed.